Share it

Thursday, December 16, 2010

Lintar is the winner Idola Cilik 3

Tentang Lintar :

Lintar adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Selain anak pertama ia juga satu-satu nya anak laki-laki. Papi nya meninggal saat Ia berumur 11 tahun, tepatnya sehari setelah Lintar ulang tahun yang ke 11. Mami nya adalah sumber kekuatan Lintar. Adik-adik Lintar yang masih kecil juga menjadi inspirasi dan kekuatan Lintar saat bernyanyi. 
Harvanadjwa Maharani Morgen, Harvanadjla Maharani Morgen, Harvanada Maharani Morgen, atau lebih sering dipanggil Nadjwa, Nadjla dan Nada. Nada dan Nadjla adalah kembar. Ia sudah bertekad untuk membahagiakan Mami dan adik-adik nya. Walau di satu sisi Lintar masih sering ngambek karena suatu hal, tapi sisi itulah yang membuat dia tetap terlihat seperti seorang anak kecil bukan seseorang yang dipaksa menjadi dewasa sebelum waktunya.
Ia bercita-cita ingin menjadi seperti alm. Papi nya yang seorang musisi, Papi nya juga menguasai alat musik organ. Untuk sementara ini Lintar sudah mampu menguasai alat musik Gitar. Ia bermain Gitar menggunakan tangan kiri atau kidal. Lintar tidak mengalami Kidal permanen karena ia hanya menggunakan tangan kiri saat bermain gitar dan makan, untuk menulis dll menggunakan tangan kanan. Saat Audisi Idola Cilik 3 Lintar menggunakan sabuk dan sepatu pemberian alm. Papi. Ia berjanji untuk memberikan yang terbaik dan tidak akan mangecewakan siapapun. Terbukti dengan tekad yang kuat Ia berhasil menembus 5 besar. Bahkan ia pernah mendapatkan Raport Biru sendirian dan teman-teman yang lain mendapat Raport Merah. dan sekarang inilah Lintar : Sang Juara Idola Cilik 3, Idola Semua Idola

 Kisah LINTAR

LAGU “Jangan Menyerah” berkumandang di MGK Kemayoran, Sabtu (24/4) jelang detik-detik pengumuman siapa yang berhak jadi pemegang gelar Idola Cilik 3 (Icil3) -- mengikuti langkah sukses Kiki dan Debo. Dinyanyikan syahdu nan indah oleh finalis lima besar, penonton yang menyaksikan langsung tak kuasa menyembunyikan histeria.
Makin heboh karena sepanjang lagu, layar besar di atas panggung menyuguhi rekaman perjalanan para finalis sejak audisi hingga babak puncak menyisakan Mario Stevano Aditya (Rio) dan Halilintar Mahaputra Edi Morgen (Lintar) sebagai dua pesaing terakhir.
Selesai karya d’Masiv dinyanyikan, tiba waktu yang dinantikan. Perasaan dag dig dug menyelimuti kubu pendukung dua finalis. Begitu Okky Lukman lantang menyebut nama Lintar sebagai pemenang, tepuk tangan membahana seisi ruangan. Lintar sujud syukur. Rio tersenyum sambil memeluk sahabatnya. Tak tampak sebersit raut kesedihan di wajah bocah asal Manado itu.

Lintar yang baru dinobatkan jadi sang jawara kemudian didaulat menyanyikan “Bundaku”, lagu kemenangan yang khusus diciptakan Giring Nidji. Tak ada air mata seperti yang sering Anda lihat di babak-babak awal kompetisi. Lintar sekarang terlihat lebih dewasa dan tegar. Tangisnya berganti senyum bahagia.
Sekadar kilas balik, Lintar mendapat tempat di hati publik sejak ditemukan melalui proses audisi di sekolahnya, SD Adabiah Padang. Mendendangkan “Saat Terakhir”-nya ST 12, suara  powerful menggelegar beraksen sedikit serak membuat juri dan publik jatuh hati.
Sosok Lintar pun makin  disayang setelah mengetahui penghayatan dan guratan kesedihan mendalam yang tampak di wajahnya karena baru saja ditinggal ayah tercinta untuk selama-lamanya. Ia lantas bercerita bagaimana ayah yang sering dipanggilnya dengan sebutan Papi adalah orang yang paling semangat mendorongnya ikut audisi Icil3. Semangat itu yang membawa Lintar terus berjuang.
Walaupun begitu tetap saja sebagai anak berusia 12 tahun, Lintar terkadang tak bisa membohongi perasaannya. Tiap kali menyanyikan lagu yang liriknya mengena kisah hidupnya, emosi Lintar meluap. Tak jarang air matanya mengalir, membuat yang menonton ikut terharu biru. Kalau Anda masih ingat, salah satu yang paling menyentuh adalah ketika Lintar menyanyikan lagu “Nyawa Hidupku” yang diciptakan khusus untuk papinya. Bait “ingin ku berlari menembus sang waktu untuk dapatkanmu, memeluk dirimu selalu” sungguh menyayat  hati.
Sosok Lintar yang sering mempertunjukkan sisi sensitif kala membicarakan papinya membuat beberapa pihak tak acuh dan memandang kemampuannya sebelah mata. Padahal, Lintar berhasil karena kualitas dan kerja keras yang luar biasa.
Selain vokal prima, kemampuannya menerjemahkan lirik dengan penghayatan luar biasa patut diacungi jempol dan bikin Lintar unggul dari kontestan lain. Makanya begitu tampil sempurna dengan “Takkan Terganti” di 7 besar, Winda Viska, salah satu komentator berupaya menegaskan kenyataan.
“Buat orang yang menyangsikan kemampuan Lintar, ini dia Lintar yang luar biasa! Setiap napas ada ekspresinya. Keren banget! Aku sampai pengin menangis”.
Sebagai pemenang, Lintar yang di Grand Final duet dengan Rio Febrian ini berhasil mengantongi tabungan pendidikan senilai 50 juta rupiah. Ditanya mau diapakan uangnya, anak pasangan Edi Morgen (alm) dan Nildawati punya niat mulia.
“Buat sekolah adik-adik,” jawab dia malu-malu.


Jawaban yang membuat kami terenyuh, mengingat sejak ayahnya meninggal, Lintar tak kenal lelah membantu sang ibu berjualan roti. Ia pun praktis menyandang status kepala keluarga, karena satu-satunya anak lelaki yang harus melindungi ibu dan ketiga adik perempuannya.
Bagaimanakah Lintar menanggapi kemenangannya tanpa kehadiran sang papi? “Aku senang. Walaupun papi sudah enggak ada, aku yakin Papi melihatku di sini,” ujar anak kelahiran 19 Maret 1998 ini di acara konferensi pers usai resmi jadi jawara Icil3. Apa yang ingin dikatakan Lintar andaikan papinya masih ada? Dengan suara lirih Lintar berkata: “Papi, impian Papi sudah Lintar wujudkan.”


Tak hanya Lintar, sang ibu pun sangat senang dan bangga. Ucapkan terima kasih tak henti terus diucapkan kepada para pendukung Lintar, termasuk Gubernur Sumatera Barat dan seluruh warga Padang.
“Tak ada lagi yang bisa saya ucapkan selain rasa terima kasih tak terhingga kepada semua yang selama ini mendukung Lintar. Terlebih kepada warga Padang yang siap bangkit dari keterpurukan setelah tahun lalu diguncang gempa. Sekali lagi terima kasih banyak,” papar Nildawati.
Soal langkah sang putra selanjutnya, Nilda menyatakan Lintar akan melanjutkan sekolah meski diselingi kegiatan nyanyi. Jadi Lintar  pindah ke Jakarta, dong? “Wah, masih belum tahu,” terang dia.

2 comments:

  1. setiap kali aku liat video dia main di youtube..selalu ada rasa haru..suaranya woww..keren bgt...talenta yang luar biasa. mudah2an prestasi ini dapat terus dilanjutkan, banyak ivent2 dalam dan luar negri yang bisa diikuti..lintar aku yakin kamu akan menjadi bintang besar nantinya...

    ReplyDelete
  2. setiap aku mendengar lagi mu...
    lagu lintar yang bundaku ku itu bagus banget
    aku kangen sama pacar aku
    aku pengen kayak kamu lintar..

    aku ke pengen menangis lintar..
    lintar yg sabar ya ngadapain semua nya..
    lintar semangat terus ya..

    ReplyDelete